jump to navigation

Let’s Back to Nature

Gaya hidup modern telah menjebak manusia dalam kehidupan yang serba instan, praktis, dan serba cepat. Dilihat dari sudut pandang kesehatan, gaya hidup seperti ini tentu saja akan mengakibatkan dampak yang tidak menguntungkan.

Manusia modern kurang bergerak. Semua bisa dikontrol dengan tombol dan remote control, naik turun dengan lift atau elevator, dan sebagian besar kerja dilakukan oleh mesin.

Manusia modern kurang mendapat makanan sehat. Produksi bahan pangan dituntut serba cepat, sehingga dilakukan rekayasa biologi yang memungkinkan produksi pertanian dan peternakan berkembang cepat tetapi tidak bebas dari racun kimia. Makanan instan dan cepat saji mudah didapatkan tetapi miskin gizi serta mengandung bahan pengawet, yang jelas akan semakin mempercepat penurunan fungsi jaringan tubuh.

Manusia modern juga tidak mempunyai banyak waktu dan istirahat yang cukup. Tuntutan kerja yang tinggi, waktu yang terbatas, membuat mereka terjebak dengan stres serta pola makan dan istirahat yang tidak teratur.

Untuk mendukung kesehatan, manusia modern juga terjebak dengan gaya hidup instan. Untuk memulihkan vitalitas tubuh pun sudah disediakan produk pemulih stamina yang tinggal diminum. Untuk mengatasi penyakit mereka mengutamakan cepat sembuh walaupun cuma sesaat. Pola hidup ini harus dibayar mahal. Di Amerika saja (yang menjadi kiblat ilmu kedokteran modern), efek samping obat-obatan bertanggung jawab atas kematian 100.000 pasien setiap tahun.

Kini manusia modern menghadapi berbagai zat-zat kimia yang merusak sel-sel tubuh yang berasal dari bahan pengawet dan pewarna makanan, pestisida yang berasal dari sayur-sayuran, minuman peningkat stamina dan vitalitas, rokok, minuman keras, polusi udara, dan juga seringnya terjadi kontak tubuh terhadap radiasi-radiasi yang berasal dari komputer, alat-alat komunikasi, peralatan elektronik, listrik, dan sebagainya.

Kembali ke Alam

Saat ini orang mulai menyadari akan pentingnya kembali pada pola hidup sehat, kembali pada alam. Orang mulai sadar untuk berolahraga, istirahat teratur, dan mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh dengan mengonsumsi makanan-makanan kesehatan alami.

Ketika berbicara tentang alam, akhirnya orang melihat ke dunia Timur, Asia, terutama Cina. Cina secara konsisten mengembangkan pengobatan alami sejak 5000 tahun yang lalu, dan tetap menjadi kiblat dalam pencarian menuju gaya hidup sehat yang alami.

Inti metode pengobatan Cina adalah menitikberatkan pada keseimbangan fungsi organ-organ tubuh berdasarkan pengetahuan warisan leluhur Bangsa Cina. Keseimbangan tubuh tersebut meliputi lima unsur alam atau disebut Yin Yang Wu Xing (keseimbangan lima unsur/elemen). Dengan menyelaraskan kelima unsur tersebut maka tubuh berada pada kondisi optimal, siap menghadapi segala serangan penyakit. Karenanya keseimbangan antara manusia, dan lingkungannya menjadi sangat penting. Bila terjadi harmoni dalam interaksi itu makan akan terdapat kesehatan, sebaliknya ketidakharmonisan akan mendatangkan penyakit.

Sebuah perusahaan raksasa di Cina, Tianshi, menyadari keunggulan konsep dan resep pengobatan Cina, tetapi di sisi lain Tianshi juga sadar untuk bisa diterima masyarakat modern, maka Tianshi perlu memodernisasikan konsep pengobatan Cina yang sudah ada.

Setelah melalui riset yang cukup panjang, akhirnya terciptalah produk kesehatan unggulan Tianshi yang menggabungkan keunggulan konsep dan resep pengobatan Cina dengan teknologi terkini. Hasilnya adalah nutrisi dan produk kesehatan yang mempunyai khasiat dan manfaat yang nyata.Di samping itu sejumlah hak paten dan sertifikat penghargaan Internasional atas keunggulan semua produk Tianshi, telah menjadikan produk Tianshi tidak perlu diragukan lagi kesaksiannya.

Bagi orang yang menginginkan hidup dengan gaya hidup yang sehat, tentu akan lebih cerdas dan selektif dalam memilih dan mengonsumsi nutrisi bagi kebutuhan hidupnya, karena bisa dipastikan setiap orang tidak menginginkan adanya penyakit yang bercokol baik yang terasa penderitaannya maupun diam-diam di dalam tubuhnya.

Ingat! bahwa semua obat adalah racun kimia, namun tidak semua racun adalah obat. Sementara produk Tianshi bukanlah obat apalagi racun, tetapi merupakan senyawa alami yang dikemas sedemikian rupa sehingga aman bagi tubuh serta berkhasiat menyembuhkan. Bahkan senyawa alami yang sangat baik tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk Tuhan yang lain seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Nah, Bagaimana dengan Anda? sudahkah Anda kembali ke alam ? Blog ini adalah ajakan untuk hidup sehat dengan kembali memanfaatkan kekayaan alam kita.

Comments»

1. Dedi Supriadi - 16 January 2012

Inspiratif banget bung artikelnya…

2. virginiabeachroofingvvbc - 15 June 2011

This Looks like awesome forum or is this a blog? Sorry I am a newbie.
__________________________________
Virginia Beach Roofing

3. farid - 27 June 2010

sampai jumpa di coreleader weekend n go korea selatan

4. Croscollomymn - 21 January 2010

Hi!
You may probably be very curious to know how one can make real money on investments.
There is no initial capital needed.
You may commense to get income with a sum that usually goes
on daily food, that’s 20-100 dollars.
I have been participating in one project for several years,
and I’ll be glad to let you know my secrets at my blog.

Please visit my pages and send me private message to get the info.

P.S. I earn 1000-2000 per day now.

http://theinvestblog.com Online Investment Blog

5. edo - 27 August 2009

salam buat dr.Nasir…..

hanya satu komentar saya ttg blog anda….” SALUT “….
masalah pembahasan tentang bagaimana pola berpikir, cara, bahkan hasil yang didapat dari topik ini ( back to nature ), seharusnya semua itu dilakukan dimulai dr diri kita masing2. Dengan tidak lupa selalu mengingatkan bahkan mengajak orang lain turut serta dalam berpartisipasi….
Tetapi semua itu juga butuh proses…tidak segampang membalikkan telapak tangan. Maka dr itu, kitalah yang harus bisa memulai terlebih dahulu. Apalagi ada hubungannya dengan tubuh, kalau boleh saya bilang…jangan sekali-kali bermain2 dengan organ tubuh dengan mengkonsumsi obat2an yang berbahan dasar kimia, apalagi dalam jumlah yg berlebihan. Mulailah memperbaiki pola hidup dengan pola hidup yg sehat, badan kita sehat, pikiran kita juga akan semakin sehat dan positif. Dengan kita memiliki pola berpikir yg positif, kita bisa menyebarkan aura positif kepada orang lain sehingga orang lain akan memiliki pola pandangan dan pemikiran yg positif juga…..

thx a lot

dr. Nasir - 27 August 2009

Setuju banget pak Edo, terima kasih… :)

6. cakhadi - 21 July 2009

Waduh….yang koment cuman 1 ya he he boleh dong nimbrung.
Semuanya sangat intelek bergaya akademisi level tinggi.
Namun sayangnya terkadang karena terlampau inteleknya kita hal-hal yang biasanya dianggap sederhana malah dijadikan satu hal yang seolah2 : MENGHEBOHKAN !!!
Saya termasuk golongan penyerap ilmu apa saja jika saya anggap itu positif mau juduknya kayak apa tapi kalau kontennya masuk dan penuh hikmah yah kenapa tidak.So…gak perlu diperdebatkan.
Satu lagi saya kadang tertawa sendiri kalau melihat para debater ( ciee nama baru he ) seolah2 mereka semuanya mereka yang benar.Mempersoalkan sesuatu yang gak poenting yang hanya bikin kita mundur kebanyakan teory tanpa adanya action.
Pak natsir ( wah jadi inget idola saya waktu jaman belanda dulu he he ) terus berbagi ….
Kalau ada yang rewel & cerewet yah biar saja ……he he
Dan mohon maaf SEBENARNYA saya termasuk orang yang alergi MLM apalagi TIANSHI hua ha ha

dr. Nasir - 21 July 2009

makasih banyak atas komentarnya… :)

7. Lufti Aziz - 21 June 2009

Untuk pak dr.nasir, dalam suatu penulisan kontent yang diuraikan harus konsistent dengan headingnya back to nature, coba pak dr.nasir baca tulisan-tulisan pak joko susilo yang bisa dijadikan rujukan dalam cara penulisan. Paling tidak dalam kontent harus bicara apa dan bagaimana back to nature itu dan dikupas secara tuntas dengan cakupan yang luas, tanpa dikait-kaitkan dengan promosi obat dari china “tianshi”.
Disamping itu untuk penyebutan obat yang diproses secara kimiawi hrs berbeda dengan obat dibuat oleh tianshi, yang jelas kalau yang diberikan dokter ke pasen dan dikonsumsi banyak orang disebut obat konvensional, nah apa yang diproduksi oleh tianshi bisa disebut obat herbal atau jamu ?atau punya nama lain dalam penyebutannya ?
Kalau tidak bisa menulis back to nature secara lengkap dan tuntas, lebih baik judulnya dirubah menjadi Back to nature di Bidang Pengobatan atau Back to nature di Bidang Produksi Pangan atau kalau bisa lebih luas lagi Back to nature di Bidang Kesehatan.
Semoga masukan ini akan memberikan hal yang positip, dan tulisan tersebut sangat bermanfaat bagi pencari referensi tentang back to nature.

dr. Nasir - 29 June 2009

Siap…terima kasih atas masukannya!!!

8. SUTJAHJO - 11 June 2009

Mas saya sebenarnya mendukung jalan pemikiran mas, coba simak lagi coment saya yang penekanannya hanya pada judul back to nature. Begini aja deh, saya mau tanya apa mungkin semua orang di dunia untuk mengatasi penyakit yang di deritanya menggunakan 100 % herbal ( = jamu ) artinya para dokter didunia sudah tidak memberikan obat. Kalau mungkin saya yang salah, KALAU TIDAK MUNGKIN ARTINYA ” BACK TO NATURE DILAKUKAN SECARA PARTIAL.”
Udah ya mas jangan dibahas lagi, sekarang saya mau cerita lain, begini :
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertambahan penduduk dunia yang begitu pesat, perlu digalakkan UPAYA MANUSIA untukMENJAGA LINGKUNGAN DARI KERUSAKAN LINGKUNGAN yang salah satunya dikenal dengan slogan BACK TO NATURE. Secara mutlak hal itu sesuatu yang mustahil, tapi SECARA PARTIAL adalah kewajiban kita untuk menggalakkannya dan menindaklanjuti pelaksanaanya, antara lain :
1.Penghutanan kembali dan penghijauan untuk menjaga kecukupan oksigen di udara dan berbagai macam fungsinya.
2.Pengetrapan Amdal secara ketat yang berpengaruh pada penurunan efek rumah kaca. Dampak banyaknya jumlah CO2 karena berkurangnya hutan telah berakibat menipisnya lapisan ozon sehingga menimbulkan dampak baru yang dikenal GLOBAL WARMING.
3. Mengusahakan dan mengembangkan pemakaian pupuk organik secara masal seperti yang diperjuangkan mas nasir.
4. Mengusahakan sepenuhnya penyembuhan penyakit secara herbal seperti yang diperjuangkan mas nasir.
5. Menjaga dan mengembangkan asupan nutrisi yang tidak terkontaminasi bahan-bahan kimiawi.
6. Menjaga tetap terpeliharanya hutan bakau, pohon kelapa dipantai terumbu karang dan biota laut lainnya.
7. Dst – dst, masih banyak lagi usaha usaha yang diperlukan untuk menjaga lingkungan dari kerusakan.
Semoga cerita saya ini, bisa menghilangkan silang pendapat dan mas tetap focus dengan tujuannya. Pesan saya dalam menanggapi komentar teman-teman jangan emotional yang akan berakibat kurang tajamnya penelahaan.
Omong-omong saya udah andil 3 comment mas, ha….. ha…..
Sampai jumpa dan salam sukses..

dr. Nasir - 17 June 2009

iya nih…makasih ya…moga sukses selalu buat kita semua…

9. SUTJAHJO - 10 June 2009

Sorry mas, URUSAN BACK TO NATURE – BUKAN HANYA SOAL PUPUK SAJA – komplek sekali ( LIHAT COMMENT SAYA YANG LALU ). Saya hanya mengatakan SECARA MUTLAK TIDAK MUNGKIN ( mengapa – karena KOMPLEK SEKALI PERMASALAHANNYA )- back to nature hanya BISA DILAKUKAN SECARA PARTIAL – COBA KONSULTASIKAN DENGAN PAKAR LINGKUNGAN HIDUP – BETUL ATAU SALAH STATEMENT SAYA.
( DISINILAH LETAK INTI PEMBAHASAN SAYA )
KALAU UNTUK PUPUK : Kenyataan dilapangan harga hasil produksi yang mempergunakan pupuk organik lebih mahal dari pada yang memakai pupuk unorganik, disinilah permasalahannya. Kalau SAYA (demi kesehatan) BERSYUKUR SEKALI KALAU SEMUA PETANI DI DUNIA MEMAKAI PUPUK ORGANIK DAN HARGANYA TERJANGKAU SEMUA LAPISAN MASYARAKAT- tapi kapan ?
Semoga wacana mas menjadi kenyataan dimana PETANI BERBONDONG BONDONG MEMPERGUNAKAN PUPUK ORGANIK – BUKAN HANYA PETANI INDONESIA TAPI JUGA PETANI SELURUH DUNIA.

dr. Nasir - 10 June 2009

Sebenarnya wacana ini sudah mendunia dan para pakar juga sudah mulai mengupayakan langkah2 terbaik baik bagi bumi dan manusia yang akan mengonsumsinya. Persoalan AMDAL saya kira tidak trlalu bermasalah, karena pengobatan yang brbasis herbal atau alami tidak sampai menebang pohon2 yang justru akan mrusak lingkungan hidup. Kenyataan dari dulu sampai sekarang produksi jamu dan atau obat dari tanaman masih sangat banyak bahkan semakin mnjamur, itu membuktikan bahwa semua orang semakin peduli dengan kesehatan. Logikanya, mana mungkin tanaman obat yang notabene tumbuh tidak sperti hutan rimba lantas menjadi persoalan yang bikin rumit dan kompleks. Saya kira tidak prlu dibikin rumit, karena sebagai produsen obat alami dengan bioteknologi modern sudah memikirkan langkah2 komprehensif seperti yang dirisaukan mas Sutjahjo. Justru jika kita terus saja mengonsumsi obat kimia, bukan hanya tubuh yang lambat laun menjadi rusak, lingkungan hidup juga akan terganggu, karena bahan kimia jelas merusak lingkungan.
Untuk sementara, pupuk Tiens Golden Harvest baru dikembangkan di Indonesia, karna memang produk ini adalah hasil karya anak bangsa. Tanggung jawab kita sebagai distributor Indonesia untuk mmbawa dan mengembangkannya ke seluruh dunia, agar tidak hanya sekedar wacana. Berminat bergabung?!

10. SUTJAHJO - 7 June 2009

Untuk kemUbali ke alam secara mutlak tidak mungkin, karena semua hasil bumi kita diproduksi dengan mempergunakan bahan unorganik dan pemerintah juga tidak mungkin dapat melalkukannya karena terbentur dengan intensifikasi sejalan dengan pemenuhan kebutuhan pangan penduduk yang besar jumlahnya. Belum lagi kalau kita berbicara mengenai ekosistim dimana luas hutan yang seharusnya 33 % dari luas daratan kenyataannya tinggal 15 % saja, belum lagi pengenai polusi udara yang begitu tinggi, pokoknya complek sekali permasalahannya.
Kalau secara partial mungkin-mungkin aja dan siapa yang akan memulai untuk memproduksi hasil bumi dengan mempergunakan bahan organik ( kalau ada yang memulai maka harga beras Rp6.000,- akan meningkat sampai Rp.18.000,- di swalayan sudah ada yang jual anggur seharga Rp.115.000,- karena mempergunakan pupuk organik ….. SO pertanyaanya MAMPUKAH PENDUDUK INDONESIA MEMBIAYAI KEBUTUHAN POKOKNYA DARI HASIL PRODUKSI YANG MEMPERGUNAKAN PUPUK ORGANIK). Soal tempat tinggal pun juga harus di tempat yang bersih bebas polusi, dimana kita harus tinggal padahal udara yang menyelimuti bumi udah terkontaninasi apalagi lapisan ozon udah semakin tipis.
Dengan melihat kondisi tersebut,menurut saya back to nature adalah sesuatu yang mustahil. Itu hanyalah slogan, ya hanyalah sebuah slogan dari pemerhati lingkungan agar manusia mulai sadar bahwa bumi kita udah mulai rusak dan kalau kita tak berhati-hati dalam pengelolaanya tidak mustahil BUMI AKAN HANCUR. Yang kita bisa lakukan saat ini adalah menahan agar tidak terlalu cepat kehancuran bumi dengan cara REBOISASI DAN PENGHIJAUAN – SEMUA KEGIATAN MEMPERHATIKAN AMDAL – PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT YANG AKAN BERDAMPAK PADA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PANGAN,SANDANG,PAPAN dan akhirnya SETIAP INSAN AKAN MENIKMATI HIDUP SEJAHTERA-SEHAT-AMAN-DAMAI-BAHAGIA.

dr. Nasir - 9 June 2009

kayaknya Anda harus mlihat fakta di lapangan deh, karena selama ini ketika para petani menggunakan pupuk konvensional/non organik, yang terjadi adalah munculnya para koruptor dan penimbun pupuk sehingga pupuk menjadi langka, karena langka akhirnya harga pupuk menjadi sangat mahal, karena pupuk mahal yang merupakan biaya operasional, maka hasil bumi pun semakin mahal. Selain itu, tanah yang menggunakan pupuk non organik menjadi kering, kurang subur, dan nyaris mati, untuk kembali subur harus mnunggu hujan turun, sehingga sirkulasi penanaman dan olah tani pun menjadi terbengkalai dan petani pun menjadi pngangguran yang sama sekali miskin.
Tapi ketika semuanya terbuka pemikirannya, pupuk hayati organik ditemukan dan diresmikan pemakaiannya oleh presiden yang melihat secara langsung hasil tani yang meningkat setelah menggunakan pupuk tersebut, maka para petani brbondong2 menggunakan pupuk trsebut. Selain harga yang jelas lebih murah; pemakaian jauh lebih hemat dibanding pupuk konvensional; lebih aman bagi tanaman, hewan piaraan, manusia, serta aman dari hama dan gulma; hemat pestisida (bahkan bisa jadi tidak memerlukan pestisida sama sekali); dan unsur hara dalam tanah terjaga, hasil tani pun bisa meningkat hingga 40% dan yang pasti hasilnya sangat organik dan menyehatkan. Nah, jika hasil tani di setiap wilayah di dunia meningkat dan bahkan berlebihan, berarti harga sembako dan hasil bumi akan turun. Kalo harga sudah turun, tentu masyarakat akan sangat gembira, ptani pun akan sejahtera dan tentu senang melihat hasilnya. Apalagi jika diikuti dengan mengikuti peluang bisnisnya, tentu masyarakat kita akan semakin sjahtera, karena selain bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, juga masyarakat bisa hidup lebih sehat dan sejahtera. Hal ini tentu akan berimbas kepada bumi yang pasti akan selalu trjaga kelestariannya karena manusia sudah mau hidup sehat. Dan keadaan ini mutlak pasti bisa terjadi.
Masalahnya, mau ga hidup sehat dan menuju sejahtera?!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.